Mural Bonek: Identitas dan Kuasa Fan Sepak Bola

Authors

  • Obed Bima Wicandra Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Humaniora dan Industri Kreatif, Universitas Kristen Petra
  • A Supratiknya Program Doktor Kajian Budaya (Kajian Seni dan Masyarakat), Program Pascasarjana, Universitas Sanata Dharma
  • Yustina Devi Ardhiani Program Doktor Kajian Budaya (Kajian Seni dan Masyarakat), Program Pascasarjana, Universitas Sanata Dharma

DOI:

https://doi.org/10.9744/nirmana.22.1.27-40

Keywords:

mural, bonek, identitas, seni jalanan, relasi kuasa

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis identitas Bonek yang terbangun melalui seni mural di jalanan kota Surabaya. Selama ini Bonek adalah stigma bagi fan Persebaya yang suka membuat onar, penampilan yang gahar, suka menjarah, dan berbagai stigma lain yang melekat. Artikel ini juga ditulis untuk mengetahui hal-hal yang tersampaikan melalui pesan yang tersembunyi di mural Bonek, termasuk bagaimana relasi kuasa yang dimunculkan melalui persepsi visual tersebut. Pada penelitian ini, konsep identitas yang digunakan adalah studi komunitas sebagaimana yang dilakukan oleh Anthony Cohen (1985). Sedangkan untuk membongkar relasi kuasa dalam mural menggunakan konsep perilaku suporter sepak bola menurut Spaaij (2008) yang sejalan dengan Michel Foucault (1991). Penelitian ini menyimpulkan mengenai bagaimana mural yang dihasilkan merepresentasikan Surabaya yang semakin padat serta tekanan hidup yang semakin berat, menjadikan Bonek yang sebagian besar kelas pekerja menyandarkan harapannya pada Persebaya. Persebaya adalah harga diri bagi Bonek. Mural Bonek bukanlah sebagai pencitraan mengenai Bonek yang berubah atau alih-alih memberi semangat pada Persebaya. Mural yang dibuat oleh Bonek menyiratkan tentang kelas sosial yang dipandang sebagai liyan dalam konstelasi masyarakat Surabaya yang berdaya menghadapi tekanan. Sebagus apapun usaha yang dilakukan Bonek untuk citra positifnya, tetap saja Bonek akan dipandang pilihan negatif namun di sisi lain membanggakan.

References

Armstrong, G. (1998). Football Hooligans: Knowing the Score. Oxford: Berg.

Brown, A. (ed.). (2002). Fanatics!: Power, Identity and Fandom in Football. London and New York: Routledge.

Cohen, A. P. (1985). The Symbolic Construction of Community. London: Routledge.

Dunning, E. (1999). Sport Matters: Sociological Studies of Sport, Violence and Civilization. London: Routledge.

Effendi, Z. (2016). Diawali di Kenjeran, Risma Ingin Mural di Kota Surabaya Punya Karakter. https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3368663/diawali-di-kenjeran-risma-ingin-mural-di-kota-surabaya-punya-karakter. Diakses pada tanggal 28 November 2020.

Foucault, M. (1990). The History of Sexuality: An Introduction, Vol. 1. New York: Vintage Books.

Foucault, M. (1991). Discipline and Punish: The Birth of A Prison. London: Penguin.

Fraser, N. (1995). “Politics, Culture, and The Public Sphere: Toward A Postmodern Conception”. Social Postmodernism: Beyond Identity Politics. L. Nicholson & S. Seidman (eds.). Cambridge University Press.

Giulianotti, R., (2002) Supporters, Followers, Fans, and Flaneurs: A Taxonomy of Spectator Identities in Football, Journal of Sport and Social Issues, 26, 25-46.

Goffman, E. (1956). The Presentation of Self in Everyday Life. Edinburgh: University of Edinburgh Social Sciences Research Centre.

Green Force. (2018). Membedah Surat Terbuka Azrul. https://greenforce.co.id/persebaya/membedah-surat-terbuka-azrul/. Diakses pada tanggal 28 November 2020.

Guschwan, M. (2011). Fans, Romans, Countrymen: Soccer Fandom and Civic Identity in Contemporary Rome. International Journal of Communication, 5, 1990-2013.

Hall, S., (1996). Introduction: Who Need ‘Identity’? In S. Hall & P. du Gay (Eds.), Questions of Cultural Identity. 1–17. Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Jacobson, B. (2003). The Social Psychology of the Creation of a Sports Fan Identity: A Theoretical Review of the Literature. Athletic Insight: The Online Journal of Sport Psychology, 5, 1-14.

Jawa Pos. (2017). Cerita di Balik Chant Bonek Persebaya Emosi Jiwaku.

Munro, C. E. S. (2006). Sports Fan Culture & Brand Community: An Ethnographic Case Study of The Vancouver Canucks Booster Club. Faculty of Graduate Studies (Human Kinetics). British Columbia: University of British Columbia.

Perdana, D. (2016). Risma Ingin Jadikan Mural Bagian Wisata Surabaya. https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2016/Risma-Akan-Jadikan-Mural-Bagian-Wisata-Surabaya/. Diakses pada tanggal 28 November 2020.

Rabinow, P. (ed.). (1991). The Foulcault Reader: An Introduction to Foucault’s Thought. London: Penguin.

Rose, G. (2001). Visual Methodologies: An Introduction to the Interpretation of Visual Materials. London: Sage Publications. Ltd.

Setiawan, A. (2020). Sejak Lama Jadi Bonek, Hansamu Yama Mengaku Bangga Gabung Persebaya. https://www.bolasport.com/read/312197621/sejak-lama-jadi-bonek-hansamu-yama-mengaku-bangga-gabung-persebaya. Diakses pada tanggal 28 November 2020.

Spaaij, R. (2008). Men Like Us, Boys Like Them Violence, Masculinity, and Collective Identity in Football Hooliganism. Journal of Sport & Social Issues. 32. 369-392.

Stryker, S. (1968). Identity Salience and Role Performance: The Relevance of Symbolic Interaction Theory for Family Research. Journal of Marriage and the Family, 30, 558-564.

Wany, A. (2018). Meski Kalah, Bonek Menyambut Pemain Persebaya bak Juara. https://www.bola.com/indonesia/read/3661500/meski-kalah-bonek-menyambut-pemain-persebaya-bak-juara. Diakses pada tanggal 28 November 2020.

Downloads

Published

2022-06-08