HUBUNGAN GENDER DALAM REPRESENTASI IKLAN TELEVISI

Authors

  • Arief Agung Suasana Dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Desain Fakultas Seni Rupa dan Desain – Institut Seni Indonesia Dosen Jurusan Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni dan Desain – Universitas Kristen Petra

DOI:

https://doi.org/10.9744/nirmana.3.1.

Abstract

Gender discourse up to now still have become the main subject to come up for discussion. As long we keep questioning of the gender innequalities%2C there are the others which feel suffer a ideologocal loss. For example in the whole of advertising businees%2C women have been involved with the advertisement in a variety of ways as consumers%2C subject%2C and as object of representation%2C even women have become as commercial comodity. To appreciate the fact that women often bring up out of the representation%2C be desirable that we understanding by ideology and images which developed into the representation. That fact has inseparable with the codes of social reconstruction%2C which a lot of advertising designer adopt that as matters to create work of advertisement like television commercial.
Abstract in Bahasa Indonesia :

Diskursus tentang gender sampai saat ini masih menjadi diskusi yang menarik. Selama kita masih mempertanyakan tentang ketidakadilan gender%2C selalu ada pihak-pihak yang merasa dirugikan%2C terutama menyangkut ideologinya. Sebagai contoh adalah dalam dunia bisnis periklanan%2C perempuan selalu pihak yang terkait dari berbagai sisi%2C baik itu diposisikan sebagai pemakai%2C subyek%2C maupun obyek itu sendiri%2C bahkan bisa dikatakan perempuan saat ini telah menjadi obyek komoditi yang dapat dikomersialkan. Untuk memahami kenyataan bahwa perempuan sering dimunculkan dalam representasi%2C sebaiknya kita terlebih dahulu melihat dari sisi ideologi atau citra yang dibangun di dalam representasi. Hal ini tidak dapat dipisahkan dengan bagaimana melihat kode-kode sosial yang terdapat dalam tiap rekonstruksi sosial masyarakat itu sendiri%2C di mana kode-kode sosial ini sering digunakan sebagai bahan bagi disaner periklanan ketika dia akan membuat sebuah karya iklan%2C seperti halnya iklan-iklan televisi. gender%2C ideology%2C images.

Published

2004-08-18