RETRO SEBAGAI WACANA DALAM DESAIN KOMUNIKASI VISUAL

Authors

  • Andrian Dektisa Hagijanto Dosen Jurusan Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni dan Desain - Universitas Kristen Petra

DOI:

https://doi.org/10.9744/nirmana.6.1.

Abstract

For some people%2C it is interesting to reminisce and expose the past. This phenomenon of reviving past trends%2C or called retro%2C becomes part of visual communication design applications. Retro is a past product that is assimilated to something new%2C that of a contemporary product; not only uplifting eclectic spirit%2C revival%2C historicism%2C reconstruction%2C and duplication%2C but also creating unique synergy to attract attention. This paper focuses on retro or recurrence that varies in definitions as a part of the past or even as a creative vitality and catharsis of the postmodern era%2C because it is a medium for appreciation%2C awarding%2C insults%2C and humor in the postmodern discourse.
Abstract in Bahasa Indonesia :

Bagi sebagian orang%2C masa lalu menarik untuk dikenang dan ditampilkan kembali. Fenomena mengulang trend yang lalu atau disebut retro menjadi bagian aplikasi desain komunikasi visual. Dalam hal ini%2C retro yang merupakan produk masa lalu diasimilasikan dengan kebaruan yang merupakan produk kontemporer%2C tidak hanya mengusung semangat eklektik%2C revival%2C historisisme%2C rekonstruksi%2C dan duplikasi namun juga menciptakan sinergi unik untuk menarik perhatian. Tulisan ini menyoroti tentang retro atau pengulangan%2C yang beragam definisinya baik sebagai bagian dari masa lalu maupun sebagai gejolak kreatif dan katarsis di era pasca modernitas%2C karena merupakan media bagi apresiasi%2C penghargaan%2C sindiran%2C dan lelucon teks dalam diskursus postmodern. retro%2C revival%2C eclecticism%2C postmodernism.

Published

2005-05-04