Analisis Foto Instagram Influencer Indonesia Melalui Pendekatan Strukturalisme Pierre Bourdieu

Authors

  • Jessica Alicia Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Seni dan Desain, Universitas Kristen Petra, Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya
  • Obed Bima Wicandra Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Seni dan Desain, Universitas Kristen Petra, Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.9744/nirmana.18.1.34-42

Keywords:

Foto, influencer, Instagram, habitus, arena, modal.

Abstract

Instagram menjadi media sosial yang populer terutama untuk membagikan pengalaman sehari-hari maupun pengalaman terpenting yang dilakukan oleh seseorang melalui foto. Influencer yang kebanyakan berasal dari kalangan selebritas sering memakai Instagram untuk mempertunjukkan apa saja yang dilakukan oleh mereka. Influencer sendiri merujuk pada ratusan ribu hingga jutaan pengikut (follower) di Instagram mereka. Konsep diri yang kemudian terbingkai dalam personal branding menjadi dominan sehingga proses pencitraan influencer dapat terfasilitasi melalui Instagram. Artikel ini mengamati empat isi Instagram milik influencer, yaitu Anastasia Siantar, Ernanda Putra, Stefani Gabriela, dan Tiara Pangestika berdasarkan karakter akun masing-masing dan bagaimana melalui Instagram mereka menjadi berbeda maupun mencitrakan dirinya berbeda dengan orang kebanyakan melalui foto yang diunggah. Pembahasan memakai pendekatan teori struktural konstruktif atau dikenal sebagai teori praktik sosial yang dikembangkan oleh Pierre Bourdieu berdasarkan habitus, ranah, modal, serta kekerasan simbolik. Melalui artikel ini dapat disimpulkan mengenai bagaimana influencer saat tampil dalam media sosial mencitrakan mengenai (ingin dilihat sebagai) tampilan yang positif serta berusaha membedakan dirinya dengan masyarakat kebanyakan melalui modal ekonomi, budaya, sosial, dan simbolik, sehingga mereka tampak mendominasi. Selain juga dapat dilihat mengenai dampak akun influencer tersebut yang bisa dibaca sebagai pelanggengan dominasi simbolik yang biasa dilakukan dalam masyarakat

References

Bourdieu, Pierre. (1979). Distinction: A Social Critique of the Judgement of Taste. London: Routledge.

Krisdinanto, Nanang. (2014). Pierre Bourdieu, Sang Juru Damai. Jurnal KANAL, Vol. 2 (Nomor 2), 107-206.

Ritzer, George. (1996). Modern Sociological Theory. The McGraw-Hill Companies Inc.

Setiawan, Ikwan. (2016, 22 Maret). Habitus, Modal Simbolik, dan Dominasi: Pengantar Singkat Menuju Pemikiran Pierre Bourdieu dalam https://matatimoer.or.id/2016/03/22/habitus-modal-simbolik-dan-dominasi-pengantar-singkat-menuju-pemikiran-pierre-bourdieu/

Simon, Fransiskus. (2008). Kebudayaan dan Waktu Senggang. Yogyakarta: Jalasutra.

Siregar, Mangihut. (2016). Teori “Gado-Gado” Pierre-Felix Bourdieu. Jurnal Studi Kultural, 1(2), 79-82.

Stanek, Lukasz. (2011). Henri Lefebvre on Space: Architecture, Urban Research, and the Production of Theory. University of Minnesota Press.

Downloads

Published

2020-10-15