Analisis Visual Wayang Kulit Eklektik “Ananta Yudha” Karya Is Yuniarto

Authors

  • Vania Anjani Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Seni dan Desain, Universitas Kristen Petra
  • Andrian Dektisa Hagijanto Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Seni dan Desain, Universitas Kristen Petra
  • Asthararianty Asthararianty Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Seni dan Desain, Universitas Kristen Petra

DOI:

https://doi.org/10.9744/nirmana.19.2.59-73

Keywords:

Wayang Ananta Yudha, eklektik, Avengers: Infinity War, budaya pop, komodifikasi

Abstract

Sejak Desember 2015, Is Yuniarto mengunggah karya visual figur wayang dengan visualisasi menggunakan percampuran figur wayang kulit nusantara dengan karakter-karakter figur superhero di akun media sosialnya. Salah satu karyanya yang terkenal adalah Wayang Ananta Yudha, yang muncul pada bulan April 2018. Karakteristik wayang Ananta Yudha merupakan representasi dari figur-figur pada film Avengers: Infinity War yang saat itu sedang ramai dibicarakan karena filmnya akan dirilis. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk memaknai bentuk visualisasi dan fenomena munculnya wayang Ananta Yudha, menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan cara analisis memakai semiologi Barthes. Teori-teori yang dipakai adalah pop culture, eklektik, dan komodifikasi. Wayang Ananta Yudha menjadi ungkapan karya visual budaya populer yang merupakan pencampuran unsur-unsur masa lalu dengan masa kini, serta menjadi bentuk komodifikasi atas figur superhero karya Marvel Studio.   

References

Agger, Ben. 2003, Teori Sosial Kritis: Kritik, Penerapan, dan Implikasinya, Kreasi Wacana, Yogyakarta.

Benedictus, Budi. 2018, Wayang Suluh, Wayang Perjuangan Kemerdekaan Indonesia, Retrieved June 4, 2018 from

https://www.mobgenic.com/wayang-suluh-wayang-perjuangan-kemerdekaan-indonesia/.

Bogdan, Robert C., dan Biklen Kopp Sari, 1982, Qualitative Research for Education: An Introduction to Theory and Methods, Allyn and Bacon, Boston.

Cambridge Dictionary. 2018, Culture, Retrieved November 28, 2018 from https://dictionary.cambridge.org/dictionary/english/culture.

Darmoko. 2009, Wayang Dan Negara: Wayang dalam Ideologi-Politik (2), Retrieved June 4, 2018 from

https://www.facebook.com/notes/wayang-nusantara-indonesian-shadow-puppets/wayang-dan-negara-wayang-dalam-ideologi-politik-2/208372721109

Delaney, Tim. 2007, Pop Culture: An Overview,

Retrieved September 10, 2018 from

https://philosophynow.org/issues/64/Pop_Culture_An_Overview

Dewan, Pauline. 2015, Words Versus Pictures: Leveraging the Research on Visual Communication, Partnership: The Canadian Journal of Library Information Practice and Research, 10(1), 1-10, Retrieved August 20, 2018 from

https://journal.lib.uoguelph.ca/index.php/perj/article/download/3137/3473/0

Endropoetro, Terry. 2016, Wayang Listrik dari Gianyar. Retrieved May 25, 2018, from

https://www.facebook.com/notes/wayang-nusantara-indonesian-shadow-puppets/wayang-dan-negara-wayang-dalam-ideologi-politik-2/208372721109

Hazeau, G. A. J. 1987, Kawruh Asalipun Ringgit sarta Gegepokanipun Kaliyan Agami ing Jaman Kina Alih Aksara oleh Sudibyo, Balai Pustaka, Jakarta.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2018, Eklektisisme, Retrieved November 28, 2018 from https://kbbi.web.id/eklektisisme

Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2018, Wayang, Retrieved November 28, 2018 from https://kbbi.web.id/eklektisisme

Kurniawan. 2008, Semiotika Roland Bartes, Yayasan Indonesiatera, Magelang.

Mosco, Vincent. 2009, The Political Economy of Communication, SAGE Publications.

Mulyono, Sri. 1982, Wayang, Asal Usul, Filsasat, dan Masa Depannya, Gunung Agung, Jakarta.

Payne, Michael. 1998, A Dictionary of Cultural and Critical Theory, Blackwell Publishers, Britania Raya.

Pratama, Didi. 2013, Werkudara (2), Retrieved October 30, 2018 from

http://dhidipratama.blogspot.com/2013/03/werkudara-2.html

Pratiwi, Julita. 2017, Apakah Sudah Terliterasi? Menelaah Budaya Visual Kini, Retrieved September 10, 2018 from

http://jakarta32c.org/home/apakah-sudah-terliterasi-menelaah-budaya-visual-kini/

Sachari, Agus. 2007, Budaya Visual Indonesia: Membaca Makna Perkembangan Gaya Visual Karya Desain di Indonesia Abad Ke-20, Erlangga, Jakarta.

Saputri, Maya. 2017, Minat Baca Turun Gara-Gara Media Sosial, Retrieved August 20, 2018 from https://tirto.id/minat-baca-turun-gara-gara-media-sosial-cgDC

Soetrisno R. 2008, Wayang Sebagai Warisan Budaya Dunia, Penerbit SIC, Surabaya.

Sudarto. 1995, Metodologi Penelitian Filsafat, Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Sugiyono. 2009, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Alfabeta, Bandung.

Susantio, Julianto. 2017, Wayang, Bukti Toleransi Hindu dan Islam, Retrieved April 18, 2018, from

https://www.kompasiana.com/djuliantosusantio/wayang-bukti-toleransi-hindu-dan-islam_5895d0f5c5afbdb60abbd0b7

Widyokusumo, Lintang. 2010, Kekayaan Ragam Hias Dalam Wayang Kulit Purwa Gagrak Surakarta (Sebagai Inspirasi Desain Komunikasi Visual), Humaniora, 1(2), 402-414.

https://biz.kompas.com/read/2016/12/30/201555728/wayang.listrik.memadukan.wayang.dan.teknologi

Downloads

Published

2021-10-11

Issue

Section

Articles