Relasi Keintiman pada Media Luar Ruang sebagai Komoditas Masyarakat Tontonan

Authors

  • Nina Sofiyawati Program Studi Kajian Budaya dan Media, Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada

DOI:

https://doi.org/10.9744/nirmana.22.2.96-106

Keywords:

Relasi keintiman, media luar ruang, komoditas, masyarakat tontonan, kapitalisme

Abstract

Penelitian ini membahas fenomena ruang konsumsi, dalam hal ini media luar ruang yang biasanya menjadi media untuk mengiklankan produk dan jasa, informasi event, iklan layanan masyarakat, maupun kepentingan kampanye politik, kini dimanfaatkan untuk membangun relasi keintiman seseorang dan menampilkannya kepada public. Salah satunya yang marak terjadi di Indonesia yakni menampilkan bentuk-bentuk keintiman melalui ucapan ulang tahun pada media billboard, baliho, dan media luar ruang lainnya yang ditujukan kepada pasangan maupun sahabat. Bentuk penelitian ini berupa pendekatan studi kasus dengan tiga korpus utama yang diteliti, yakni relasi keintiman yang dibangun dan ditampilkan melalui ucapan ulang tahun pada media luar ruang yang ditujukan untuk Delta Hesti, Arvy Rizaldy, dan Felicitas Noventa Adelia Putri. Adapun pendekatan teorinya menggunakan konsep spectacle yang digagas oleh Guy Debord (2002). Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan adanya perubahan jaman, perkembangan teknologi dan media (dalam hal ini media luar ruang) menjadi tempat dan cara baru bagi masyarakat dalam memenuhi serta memunculkan bentuk-bentuk keintimannya, salah satunya dengan sewa pemasangan media luar ruang untuk memberi hadiah spesial berupa ucapan ulang tahun. Asumsi-asumsi ideal yang ditampilkan membawa masyarakat tontonan pada gambaran ideal tentang bagaimana bentuk hubungan dengan pasangan atau sahabat yang ideal dipertontonkan dengan cara berbeda, yang sekaligus merupakan ajang pamer status sosial dan membuat seseorang merasa bahwa sesungguhnya kesejatian hidup didapat ketika menjadi pusat perhatian.

References

Aji, F. B., & Asnawi, N. (2020). Refleksi Kritis Atas Degradasi Autentisitas Masyarakat Media. Jurnal Komunikasi, 14(2).

Baudrillard, J. (1994). Simulacra and Simulation. USA: University of Michigan Press.

Cresswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative and Mixed Methods. Approaches: Fourth edition (4th edition). Thousand Oaks. CA: Sage Publications.

Debord, G. (2002). The Society of Spectacle. Canberra: Hobgoblin Press.

Fenigstein, A., Scheier, M. F., & Buss, A. H. (1975). Public and Private Self-Consciousness: Assessment and Theory. Journal of Consulting and Clinical Psychology, 43(4), 522-527. https://doi.org/10/1037/h0076760

Manasikana, R. A., & Noviani, R. (2021). Peran Media Massa dan Teknologi dalam Transformasi Keintiman di Indonesia. Jurnal CALATHU: Jurnal Ilmu Komunikasi, 3(1).

Marx, K. (1887). Capital A Critique of Political Economy, Volume I Book One: The Process of Production of Capital. USSR: Progress Publishers, Moscow.

https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5270399/ aksi-so-sweet-crazy-rich-surabaya-ucapkan-ultah-ke-istri-pakai-baliho

https://www.timesindonesia.co.id/read/news/351133/trend-ucapan-ultah-gokil-lewat-baliho-raksasa-ala-milenial-banyuwangi

Downloads

Published

2022-08-10

Issue

Section

Articles