Hiperrealitas Fotografi Jurnalistik

Authors

  • Nico Kurnia Jati Program Magister Penciptaan Seni Fotografi, Institut Seni Indonesia, Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.9744/nirmana.17.1.16-21

Keywords:

Foto Jurnalistik, Realitas, Media, Editing, Informasi

Abstract

Fotografi jurnalistik menjadi seni pendokumentasian dan pengarsipan yang mengandung nilai berita sehingga penayangannyapun harus berdasar pada nilai realitas yang ada. Editing yang berlebihan di meja redaktur foto dapat merubah unsur realitas yang ada sehingga dapat mengakibatkan terhambatnya pesan yang akan disampaikan kepada khalayak, oleh karena itu foto jurnalistik harus selalu menge­depan­kan unsur realitas sebagai pertanggungjawaban fotografer, redaktur dan media kepada masya­rakat agar tidak menggiring opini yang multi interpretatif

References

A.W.Widjaja. 1986. Peranan Motivasi Dalam Kepe-mimpinan, Bandung Edisi Pertama, Cetakan Pertama. Cv. Akademika Pressindo

Barthes, Roland. 1982. America Lucida; Reflection On Photography. New York: Hill And Wang.

Eco, Umberto. 1979. A Theory Of Semiotics. Bloomington: Indiana University Press

Efendy, Onong Uchaja. (2003). Ilmu Komunikasi Teori dan Prakterk, Remaja Rosdakarya, Bandung.

Feininger, Andreas. (1996). Unsur Utama Fotografi, Dahara Prize. Semarang.

Hutcheon, Linda. 1989. The Politics of Post-modernism. London: Routledge.

Kripendrof, K, 1993. Analisis Isi Pengantar Teori dan Metodologi, Raja Grafindo, Persada. Jakarta.

Soelarko, R.M. (1993), Unsur Utama Fotografi, Dahana Prize, Semarang.

Downloads

Published

2018-10-22